Peserta Pelatihan BG Academy Resah, Janji ke Australia Tak Terealisasi

13 hours ago 2
ARTICLE AD BOX
Para peserta ‘Batch 3’ ini mengaku direkrut dengan iming-iming program studi di Russell College, Melbourne, Australia, melalui visa pelajar (student visa) yang dijamin "99% granted" oleh pihak BG Academy. Namun, setelah mengeluarkan biaya puluhan juta rupiah, mereka justru menemui ketidakjelasan dan ketidaksesuaian proses.  

I Wayan Duta Kirana Lamben (21), perwakilan peserta dari Sanur, mengungkapkan, awalnya mereka diyakinkan oleh Nengah Kurniawan, mantan Direktur Hospitality & Cruiseline BG Academy, bahwa program ini pasti berhasil. "Mereka bilang, kalau dokumen lengkap, pasti lolos. Kami percaya 100%, sampai berani mengeluarkan uang hingga Rp50 juta lebih," ujar alumnus SMA Negeri 6 Denpasar ini.  

Namun, kenyataannya, beberapa kakak kelas di batch sebelumnya justru banyak yang ditolak visa. "Kami baru tahu belakangan, ternyata banyak yang tidak granted. Tapi informasi ini ditutup-tutupi," tambah Duta.  

Ni Kadek Ayu Priska Dewi (21), yang juga bercita-cita sudi sambil bekerja di Australia, menyoroti ketidakjelasan bukti pembayaran tuition fee ke Australia. "Kami transfer Rp45 juta untuk COE (Certificate of Enrollment), tapi tidak ada invoice resmi dari kampus Australia. Kami khawatir dana tidak benar-benar dikirim," tegasnya.  

Enam peserta lainnya dari Batch 3 yang resah dan meminta pengembalian biaya antara lain  I Gusti Ayu Mitha Pradnyani (23, Klungkung), I Dewa Nyoman Agung Ratmadi Putra (24, Klungkung),  Putu Adi Darma Putra (24, Denpasar), Ni Putu Dessya Ariyanti (29, Denpasar), Putu Sunartayasa (31, Singaraja), dan I Putu Andika Sultan Gatan Arifin (21, Kerobokan). 

Para peserta juga kecewa dengan kualitas pelatihan Food & Beverage (FNB) di BG Academy yang dinilai tidak sebanding dengan biaya Rp22,5 juta. "Kami diajar sekadarnya, tidak profesional. Padahal, uang yang dikeluarkan sangat besar," keluh Duta.  

Tjok Tuty Ismayanthi, CEO BG Academy, didampingi Dewa Gede Yadnya Saputra (Manajer Akademik).

Tjok Tuty Ismayanthi, CEO BG Academy, mengakui adanya miskomunikasi dari salah satu direktur yang sudah mengundurkan diri per 21 Maret 2025. "Kami meminta maaf jika ada informasi yang tidak disampaikan secara transparan. Visa Australia memang tidak ada jaminan 100% granted," jelasnya.  

"Dalam SOP tertulis kami jelas di halaman paling depan tertera dengan tanda bahwa ada klausul 'Jika Visa Student Tidak Granted, maka ada hak-hak yang berhak di-refund pada students.'.  Ini menunjukkan, dari awal BG Academy secara transparan sudah mencantumkan ada kemungkinan Visa Tidak Granted (Tidak Lolos)," urai Tuty.

BG Academy berjanji menindaklanjuti pengembalian dana untuk 8 peserta, dari keseluruhan 15 orang pada Batch 3,  yang memutuskan mundur. "Kami akan berkoordinasi dengan yayasan dan mitra di Australia untuk proses refund. Target akhir April selesai," ujar Tuty.  

Pihak BG Academy memastikan akan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, sementara peserta berharap tuntutan mereka dipenuhi secepatnya. 

Read Entire Article