ARTICLE AD BOX
Pietra Paloh merupakan putra dari kakak kandung Surya Paloh, Rusli Paloh (Alm). Selain hubungan kekerabatan, Pietra adalah bawahan Paloh di NasDem yang memegang jabatan Ketua Umum DPP Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (GARPU) Partai NasDem.
Pengangkatan kader NasDem untuk menempati jabatan strategis di BUMN ini terjadi di tengah langkah politik Paloh yang menyebut tidak akan bergabung ke dalam Kabinet Merah Putih. Sebab, NasDem tidak berjasa memenangkan Prabowo-Gibran dan tidak berhak mendapat kue kekuasaan.
Menanggapi kabar keponakannya menjabat posisi strategis di dalam BUMN, Paloh mengaku keputusan pengangkatan itu diambil tanpa sepengetahuannya. Kata dia, hal itu murni datang dari penilaian internal BUMN.
“Saya pun tidak tahu itu, siapa (yang mencalonkan). Mungkin ada pikiran-pikiran dari yang mengambil keputusan, tapi tidak dicalonkan NasDem,” jelas Paloh di Denpasar, Kamis (3/4/2025).
Politisi kelahiran Aceh bernama lengkap Surya Dharma Paloh ini menjamin NasDem tidak pernah mengemis kue kekuasaan. Kata dia, jabatan menteri saja tidak diminta NasDem, posisi sekelas komisaris tentu tidak juga.
“Orang kabinet saja kami tidak mencalonkan, apalagi ini. Bisa dicek saja,” tegas Paloh.
Meski begitu, Paloh menegaskan tidak pernah melarang kadernya yang memiliki kualifikasi diambil untuk kepentingan negara. Politisi sekaligus pengusaha sukses ini menilai tidak elok apabila ia mengambil kebijakan melarang ini dan itu.
Sementara itu, Pietra Paloh sudah pernah menjabat posisi komisaris di beberapa perusahaan sebelum masuk BTN. Ia pernah menjabat komisaris utama di PT Utama Indo Berjaya Logistik (2018-2021), PT Indo Tata Global Batam (2018-2021), dan sebagai komisaris di PT Legal Enviro Indonesia (2020-2023). *rat
Pengangkatan kader NasDem untuk menempati jabatan strategis di BUMN ini terjadi di tengah langkah politik Paloh yang menyebut tidak akan bergabung ke dalam Kabinet Merah Putih. Sebab, NasDem tidak berjasa memenangkan Prabowo-Gibran dan tidak berhak mendapat kue kekuasaan.
Menanggapi kabar keponakannya menjabat posisi strategis di dalam BUMN, Paloh mengaku keputusan pengangkatan itu diambil tanpa sepengetahuannya. Kata dia, hal itu murni datang dari penilaian internal BUMN.
“Saya pun tidak tahu itu, siapa (yang mencalonkan). Mungkin ada pikiran-pikiran dari yang mengambil keputusan, tapi tidak dicalonkan NasDem,” jelas Paloh di Denpasar, Kamis (3/4/2025).
Politisi kelahiran Aceh bernama lengkap Surya Dharma Paloh ini menjamin NasDem tidak pernah mengemis kue kekuasaan. Kata dia, jabatan menteri saja tidak diminta NasDem, posisi sekelas komisaris tentu tidak juga.
“Orang kabinet saja kami tidak mencalonkan, apalagi ini. Bisa dicek saja,” tegas Paloh.
Meski begitu, Paloh menegaskan tidak pernah melarang kadernya yang memiliki kualifikasi diambil untuk kepentingan negara. Politisi sekaligus pengusaha sukses ini menilai tidak elok apabila ia mengambil kebijakan melarang ini dan itu.
Sementara itu, Pietra Paloh sudah pernah menjabat posisi komisaris di beberapa perusahaan sebelum masuk BTN. Ia pernah menjabat komisaris utama di PT Utama Indo Berjaya Logistik (2018-2021), PT Indo Tata Global Batam (2018-2021), dan sebagai komisaris di PT Legal Enviro Indonesia (2020-2023). *rat