Unit Pasar Batan Kendal Bagikan Sembako Sambut Nyepi dan Idulfitri

1 week ago 4
ARTICLE AD BOX
Kepala Unit Pasar Batan Kendal, I Nyoman Sarna, menjelaskan bahwa kegiatan bagi-bagi sembako berupa beras dan minyak goreng serta voucher belanja ini ditujukan untuk mempererat silaturahmi dan memupuk semangat toleransi antarumat beragama.

“Kami memberikan sembako kepada 300 pedagang di pasar Batan Kendal dan voucher belanja kepada 220 warga serta Sekaa Teruna Dharma Gargita Banjar Suwung Batan Kendal. Masing-masing penerima mendapat tujuh voucher senilai Rp25 ribu yang dapat ditukar langsung di pasar,” jelas Sarna.

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi ajang berbagi rejeki menjelang dua hari raya besar yang waktunya berdekatan. Selain itu, kegiatan juga sejalan dengan visi dan misi Kota Denpasar, yakni Vasudaiva Kutumbakam (Kita Semua Bersaudara) dan slogan Kota Denpasar sebagai kota kreatif berwawasan budaya.

“Ini bukan sekadar bagi-bagi sembako, tapi wujud nyata toleransi. Kami ingin menunjukkan bahwa pasar bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi sekaligus tempat menumbuhkan semangat kebersamaan,” tegasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, membuka kegiatan dan menyerahkan secara simbolis paket sembako. Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kelian Adat dan Kelian Dinas Banjar Suwung Batan Kendal, Ketua Forum Pasar Desa se-Kota Denpasar, pengurus dan pengawas pasar.

Sarna mengungkapkan bahwa kegiatan pembagian sembako bagi pedagang ini merupakan yang pertama kali dilakukan sejak ia menjabat. Sebelumnya, pihaknya rutin menggelar acara buka puasa bersama selama Ramadan. Sementara untuk warga Banjar Suwung Batan Kendal, kegiatan sosial seperti ini telah berlangsung selama lima tahun.

“Terima kasih kepada seluruh pedagang yang telah berkontribusi dalam menghidupkan pasar, menjaga roda ekonomi tetap berputar meski sempat terhantam pandemi Covid-19,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memotivasi para pedagang untuk meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga harga, serta menciptakan suasana pasar yang ramah melalui prinsip senyum, salam, dan sapa kepada konsumen.

“Kami juga akan melakukan evaluasi terhadap aspek pelayanan, kualitas dagangan, harga, dan keamanan pedagang agar pasar semakin maju dan berdaya saing,” tutupnya. *m03

Read Entire Article