SMPN 2 dan SMPN 3 Gerokgak Ditetapkan Jadi SPAB

1 week ago 2
ARTICLE AD BOX
Sebelumnya BPBD Buleleng bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, mensosialisasikan SPAB, awal Maret lalu. BPBD pun mendorong seluruh satuan pendidikan di Buleleng untuk dapat menjadi SPAB. Hal ini mengingat potensi bencana di Buleleng yang sangat beragam. Sejumlah satuan pendidikan di Buleleng pun ada di zona merah rawan bencana yang perlu penyiapan kesiapsiagaan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Putu Ariadi Pribadi, Minggu (23/3) kemarin, mencanangkan ada 25 satuan pendidikan untuk ditetapkan menjadi SPAB. Tahun ini diawali oleh dua sekolah menengah di Gerokgak,  yang juga memiliki potensi rawan bencana.

“Penetapan SPAB ini bertujuan membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah, agar seluruh warga sekolah memiliki pemahaman dan keterampilan dalam menghadapi situasi darurat,” ucap Ariadi yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Buleleng.

Satuan pendidikan yang telah ditetapkan sebagai SPAB sebelumnya sudah menyusun pemetaan kajian dan potensi bencana. Menentukan titik kumpul dan jalur evakuasi. Termasuk mengikuti pelatihan evakuasi dan simulasi bencana bersama seluruh warga sekolah.

Ariadi menyebut, semakin banyak sekolah yang ditetapkan menjadi SPAB, semakin siap masyarakat berhadapan dengan bencana. Sehingga harapan untuk menghindari korban jiwa di setiap bencana dapat dimaksimalkan. Sekolah yang sudah ditetapkan menjadi SPAB pun diharapkan terus aktif dalam mengupayakan pengurangan resiko bencana dengan melaksanakan pelatihan, pengecekan dan pemenuhan perlengkapan sarana prasarana penanggulangan bencana di sekolah.

Sementara ini, dengan penetapan baru total ada 27 sekolah yang telah ditetapkan menjadi SPAB. Sbeanyak 12 SMP dan 15 SD. 7 k23
Read Entire Article