ARTICLE AD BOX
Seminar ini diikuti ratusan bidan yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Tabanan. Sebagai narasumber utama, dokter spesialis kandungan RSU Bhakti Rahayu Tabanan, dr. I Gede Bagus Arya Maharta, Sp.OG, menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat terhadap PEB dan HPP. Ia menjelaskan bahwa kedua kondisi tersebut merupakan penyebab utama kematian ibu saat persalinan.
“Bidan adalah garda terdepan sebelum pasien sampai di rumah sakit. Jika penanganan awal oleh bidan dilakukan dengan baik, maka keselamatan ibu dan bayi bisa lebih terjamin,” ujarnya.
Ia pun berharap seminar ini dapat meningkatkan wawasan bidan dalam praktik mandiri maupun di fasilitas kesehatan, serta membantu mereka dalam menentukan kapan pasien perlu dirujuk ke rumah sakit.
Ketua IBI Kabupaten Tabanan, Putri Hari Adi, S.S.T.Keb., mengapresiasi RSU Bhakti Rahayu Tabanan atas penyelenggaraan seminar ini. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi bidan di lapangan, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi ibu hamil, melahirkan, dan menyusui.
Sementara itu, Direktur RSU Bhakti Rahayu Tabanan, dr. Ni Nyoman Sri Rahayu Wulandari, Sp.B, M.Biomed, menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan mengedukasi tenaga kesehatan mengenai kegawatdaruratan obstetri serta merefresh kembali ilmu dan keterampilan mereka dalam menangani kasus PEB dan HPP. Ia juga menekankan bahwa seminar ini dikemas dengan suasana kekeluargaan guna mempererat hubungan antara tenaga medis, manajemen rumah sakit, serta para bidan di wilayah Tabanan.
Direktur Utama PT Bhakti Rahayu Group, Putu Ivan Yunatana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para bidan yang telah menjadi mitra penting bagi RSU Bhakti Rahayu. Ia memastikan bahwa manajemen PT Bhakti Rahayu Group akan terus mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi para bidan. “Kami berharap IBI Tabanan juga dapat merasakan manfaat kemitraan ini seperti IBI Denpasar dan Badung yang pernah kami ajak dalam program Tirta Yatra ke Lombok dan Surabaya,” ujarnya.
Seminar ini juga dimeriahkan dengan penampilan grup lawak asal Bali, Bondres ODGJ, yang sukses menghibur peserta dengan aksi kocak mereka. Acara semakin semarak dengan pemberian berbagai hadiah kejutan, seperti peralatan kerja, voucher dari Toya Devasya, dan hadiah utama berupa TV 43 inci.
Hadiah-hadiah tersebut dipersembahkan oleh para sponsor seminar, yakni PT Bali Wahyu Abadi (BWA), Objek Wisata Toya Devasya Kintamani Bangli, Bank Mandiri Kacab Tabanan, Bank BRI Kacab Tabanan, PT Benofarm, PT Amarox, PT Hetero, dan PT Kalventis. Para sponsor turut hadir sebagai tamu undangan dan berpartisipasi dengan membuka booth saat acara berlangsung.
Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan tenaga kesehatan, terutama bidan, semakin siap dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan obstetri. Hal ini diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tabanan.