Pemkab Badung Kembangkan STO Sampah di Kawasan Wisata

1 week ago 2
ARTICLE AD BOX
Bupati Adi Arnawa menegaskan, penanganan sampah di Badung menjadi salah satu prioritas pemerintah Kabupaten Badung di bawah kepemimpinannya.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga kawasan Badung sebagai kawasan pariwisata dunia agar tetap bersih. Pengelolaan sampah juga diharapkan mendukung penerapan waste to energy atau mengubah sampah menjadi energi, untuk mendukung keberlanjutan. Keberadaan STO ini disiapkan sebagai upaya mitigasi dalam penanganan sampah laut yang selama ini menjadi momok dunia pariwisata Badung.

Pada kunjungan tersebut, Menteri Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan Badung merupakan kawasan wisata dunia menjadi wajahnya Indonesia. Untuk itu, terkait masalah sampah terutama sampah kiriman di laut, perlu dilakukan pengamanan lebih awal. Salah satunya melalui langkah mitigasi dengan penyiapan STO.

Nantinya pengembangan STO ini, kata Menteri Hanif, akan dibahas lebih lanjut di tingkat rapat Menko untuk mendapat prioritas penanganan kerja sama bersama Kementerian Kehutanan. Setelah nantinya ada kesepakatan, untuk teknis penanganan akan dilakukan Pemkab Badung melalui Bupati Badung dengan menyusun secara detail langkah-langkahnya. Termasuk penggunaan waste to energi yang pengawasannya langsung di bawah presiden.

“Untuk Perpres-nya ini sudah ada di Mensesneg. Diharapkan dalam waktu sebulan sudah keluar dan bisa langsung dieksekusi langkah-langkahnya. Nama untuk pembangunannya, konstruksinya, membutuhkan waktu dua tahun. Sambil menunggu pembangunan, langkah-langkah penanganan akan dilakukan bupati,” ucapnya.

Sementara itu Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, mengatakan terkait keberadaan STO ini, dari Pemerintah Kabupaten Badung sedang merencanakan untuk memperluas. Hal itu karena dari luas lahan yang ada saat ini memang sangat terbatas. Untuk itu, pihaknya akan mohonkan kepada pemerintah pusat sesuai kewenangannya untuk bisa mengizinkan kerja sama pemanfaatan lahan menjadi tempat pengelolaan sampah. Terutama untuk penanganan sampah di kawasan pariwisata Badung Selatan.

“Terkait kebijakan pemerintah pusat dalam penanganan sampah, tentu sangat selaras dengan apa yang akan dilakukan di Badung. Kami berharap bisa segera ada keputusan terhadap izin pemanfaatan lahan dimaksud, sehingga Badung sebagai pusat pariwisata bisa memiliki tempat yang representatif yang bisa dijadikan sebagai tempat pengolahan sampah,” harap Bupati Adi Arnawa.

Kemudian terkait tempat pengelolaan sampah ini, lanjut Bupati Adi Arnawa, nantinya akan menggunakan teknologi terbaru dan dengan bangunan yang tertutup, sehingga mengurangi polisi untuk mengurangi bau kurang sedap. Untuk teknologi yang akan digunakan akan didukung oleh pemerintah pusat. “Tentu ini sangat bagus sekali karena pemerintah pusat turun langsung untuk mendukung upaya penanganan sampah di Badung,” kata Bupati Adi Arnawa.

“Namun demikian kami di Badung akan tetap mendukung. Bagaimanapun juga salah satu isu strategis kami adalah isu pengelolaan sampah. Kebetulan ini ada tempat yang layak dimanfaatkan untuk pengelolaan sampah, maka kami akan dorong. Total luas lahan sekitar 2 hektar,” imbuh bupati asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan ini. @ ind
Read Entire Article