ARTICLE AD BOX
Ketua Panitia Ogoh-Ogoh STT Abdi Yowana, Komang Angga Tri Wardana mengatakan, pengambilan tema tersebut diharapkan bisa menyampaikan pesan pada masyarakat bahwa hidup selaras dengan alam dan dunia gaib. Rasa hormat terhadap makhluk hidup, maupun yang tidak terlihat sangat dijunjung tinggi masyarakat Bali.
“Kisah ini kami ambil, untuk memperingatkan agar manusia tidak sembarangan bertindak di tempat-tempat yang dianggap sakral,” ujarnya, ditemui Senin (24/3) siang.
Selain untuk menghormati tempat-tempat sakral, tema ini diambil juga untuk mengajak masyarakat dalam menjaga lingkungan. Dengan menjaga lingkungan, juga merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada mahluk hidup lainnya. “Salah satu bentuk menjaga lingkungan yang dilakukan, dengan tidak membuang sampah sembarang,” kata dia.
Angga kemudian menjelaskan tema Ratu Wong Samar yang disusung sebagai tema ogoh-ogoh kali ini. Dalam kepercayaan masyarakat di Bali, Wong Samar dikenal sebagai makhluk yang tak kasat mata yang juga mendiami Pulau Bali. Dari berbagai cerita yang ada, awal kemunculan Wong Samar karena adanya kutukan dari Dang Hyang Nirartha.
Disebutkan pada tahun 1489, Dang Hyang Nirartha menyebrang dari Jawa Timur ke Bali bersama istri dan tujuh anaknya. Namun, sesampainya di Bali Utara rombongan ini disebut mengalami musibah. Putri sulung Dang Hyang Nirartha, yang bernama Dyah Swabhawa dianiaya di sebuah desa tua di wilayah Bali Utara.
Karena marah, Dang Hyang Nirartha kemudian mengutuk warga desa tersebut agar menjadi manusia yang tidak terlihat (Wong Samar). Selain itu, dari kemarahannya itu pendeta tersebut juga membakar habis desa itu dengan kekuatan saktinya. Dalam cerita disebutkan Dang Hyang Nirartha kemudian mengangkat anak sulungnya Dyah Swabhawa menjadi pemimpin Wong Samar di Bali.
Angga mengungkapkan, karya ogoh-ogoh tersebut telah dibuat sejak 12 Januari 2025 lalu. Dalam pembuatannya, menggunakan bahan bambu dan koran. Saat ini proses pembuatan ogoh-ogoh sudah 100 persen selesai. “Jadi ini prosesnya sudah rampung hanya tinggal persiapan pengerupukan,” tutupnya. 7 mzk