ARTICLE AD BOX
Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1947 jatuh pada Sabtu (29/3), sementara Idulfitri 1446 Hijriah pada Senin (31/3).
De Gadjah menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 kepada seluruh umat Hindu di Bali. Ia berharap Nyepi dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk merefleksi diri serta menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan kehidupan sosial.
“Saya mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947 kepada seluruh umat Hindu di Bali. Semoga perayaan Nyepi ini membawa ketenangan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi kita semua,” ujar De Gadjah, Jumat (28/3/2025).
Menurutnya, Nyepi bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam menjaga kelestarian budaya dan spiritualitas Bali. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan perayaan ini sebagai momen memperkuat kebersamaan dan toleransi.
“Mari kita jadikan Hari Raya Nyepi ini sebagai momen untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan keharmonisan, baik antar sesama umat Hindu maupun dengan umat lainnya di Bali. Dengan semangat persatuan, kita bisa menjaga Bali tetap damai dan harmonis,” imbuhnya.
Sebagai tokoh yang aktif di berbagai organisasi, termasuk Ketua Pertina Bali dan Ketua DPD PERIKSHA (Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri) Bali, De Gadjah juga mengapresiasi peran desa adat dalam menjaga pelaksanaan Catur Brata Penyepian agar nilai-nilai spiritual tetap terjaga. Ia berharap doa dan tapa brata yang dilakukan saat Nyepi membawa berkah bagi seluruh masyarakat.
Selain itu, De Gadjah juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah kepada umat Muslim di Bali. Ia berharap perayaan Idulfitri menjadi momentum mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan.
“Saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1446 H. Semoga di hari yang fitri ini, kita semua semakin mempererat kebersamaan dan menjaga kedamaian, khususnya di Bali,” ujarnya.
Menurut De Gadjah, keberagaman agama dan budaya di Bali merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menanamkan semangat toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita jadikan momen ini untuk mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya.