ARTICLE AD BOX
Jakarta, Gizmologi – Beredar informasi yang mengatakan bahwa kini Razer tengah mengembangkan project AVA AI. Secara sederhana, AVA AI merupakan sebuah teknologi AI yang disematkan pada game, tetapi teknologi tersebut disematkan pada setipa bos yang kamu hadapi.
Mengingat, kemampuan AI biasanya akan membantu kamu dalam bermain game, sebagian besar teknologi AI bisa terasa pada NPC atau companion yang membantu kamu. Namun, project AVA AI ini akan membuat bos yang kamu hadapi melakukan analisa terkait pola serangan yang kamu lakukan, sehingga bos pada arena akan menghadirkan pola serangan yang berbeda.
Namun, AVA AI juga akan membantu kamu dalam mengalahkan berbagai rintangan yang sulit untuk dilewatkan. Kabarnya, AVA AI ini akan menganalisis semua pemain mprofesional yang ada dalam industri game, mulai dari MOBA, RPG, aRPG, hingga Souls. Maka dari itu, ini adalah salah satu inovasi yang cukup tepat untuk dinantikan.
Maka dari itu, hadirnya proyek ini mampu membuat sebagain besar gamer sangat antusias menyambut project AVA AI. Hal ini bisa saja membuat gamer menjadi lebih terpacu bermain game seperti Souls atau RPG sekalipun. Namun, banyak pertanyaan terkait proyek ini, tidak sedikit juga yang skeptis terkait proyek yang sedang dikembangkan oleh Razer ini.
Baca Juga: Masa Depan The Last of Us: Apakah Akan Ada Part 3?
Project AVA AI dan Solusi bagi Pemain Pemula

Project AVA AI hadir sebagai alat yang dapat menjembatani kesenjangan keterampilan antar pemain. Dalam game seperti Dark Souls atau Sekiro: Shadows Die Twice, memahami pola serangan musuh dan strategi yang tepat adalah kunci keberhasilan. Namun, tidak semua pemain memiliki waktu atau kesabaran untuk mempelajari setiap aspek tersebut secara mandiri.
Dengan teknologi kecerdasan buatan yang mampu membaca situasi secara real-time, AVA AI dapat memberikan saran konkret yang membantu pemain menghadapi tantangan dalam game. Mulai dari strategi melawan musuh, pemilihan item terbaik, hingga jalur yang harus diambil, semua dapat diberikan sebagai panduan langsung kepada pemain tanpa mengubah mekanisme inti permainan.
Keunggulan lain dari Project AVA AI adalah kemampuannya dalam menyesuaikan tingkat bantuan berdasarkan keterampilan pemain. Seorang pemula akan menerima arahan yang lebih detail, sementara pemain berpengalaman mungkin hanya mendapatkan saran taktis sesekali. Dengan pendekatan ini, AVA AI tidak hanya meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga tetap menjaga integritas pengalaman bermain bagi mereka yang menyukai tantangan.
Dampak AVA AI terhadap Industri Gaming

Implementasi Project AVA AI tidak hanya bermanfaat bagi pemain, tetapi juga bagi pengembang game. Salah satu kritik terhadap game sulit seperti yang dibuat oleh FromSoftware adalah eksklusivitasnya bagi pemain dengan keterampilan tinggi. Dengan adanya Project AVA AI, pengembang tidak perlu mengubah desain game mereka untuk membuatnya lebih mudah; cukup dengan memberikan opsi bimbingan berbasis AI bagi mereka yang membutuhkannya.
Dalam demo yang diperlihatkan di CES 2025, AVA AI digunakan dalam game League of Legends untuk memberikan saran strategis kepada pemain. Dari rute terbaik yang harus diambil, waktu yang tepat untuk menyerang, hingga pemilihan item yang optimal, semua dipandu secara langsung oleh AI. Jika konsep serupa diterapkan dalam game yang lebih sulit, seperti Elden Ring atau Cuphead, pemain dapat belajar dari AI secara dinamis tanpa perlu mencari panduan eksternal.
Lebih jauh lagi, AVA AI juga dapat diterapkan dalam game dengan elemen strategi dan manajemen sumber daya yang kompleks. Pemain yang kesulitan memahami mekanisme dalam game strategi dapat memperoleh bantuan dari AI untuk mengoptimalkan keputusan mereka. Dengan demikian, game tetap menantang tetapi lebih mudah diakses oleh lebih banyak orang.
Etika dan Batasan Penggunaan AVA AI
Salah satu kekhawatiran terbesar dalam penggunaan AI dalam gaming adalah batasan etis, terutama dalam lingkungan multiplayer. Jika AVA AI memberikan saran secara real-time, apakah itu dianggap sebagai bentuk kecurangan? Razer sendiri menyatakan bahwa Project AVA dirancang agar tetap sesuai dengan ketentuan layanan pengembang game.
Dalam game kompetitif seperti League of Legends, terdapat aturan ketat terkait penggunaan program pihak ketiga yang memberikan keuntungan tidak adil. Jika AVA AI diizinkan oleh pengembang, penggunaannya mungkin akan dibatasi untuk mode tertentu atau hanya dalam permainan solo. Oleh karena itu, implementasi AI dalam dunia gaming harus tetap diawasi agar tidak mengganggu ekosistem permainan yang adil.
Kesimpulannya, AVA AI dari Razer membawa solusi inovatif dalam perdebatan panjang tentang kesulitan dalam video game. Dengan memberikan bimbingan kepada pemain tanpa mengubah desain inti game, AI ini berpotensi menciptakan pengalaman bermain yang lebih inklusif tanpa mengorbankan tantangan yang telah dirancang oleh pengembang. Jika diterapkan dengan tepat, teknologi seperti AVA AI dapat menjadi revolusi dalam cara kita belajar dan menikmati game di masa depan.
Artikel berjudul Mengenal Project AVA AI dari Razer, Teknologi Khusus Gamer dalam Bermain Game yang ditulis oleh Christopher Louis pertama kali tampil di Gizmologi.id