Ketua Komisi IV Atensi Kasus Pencurian oleh Sekelompok Remaja

1 week ago 2
ARTICLE AD BOX
Mantan Bupati Klungkung dua periode ini menyambangi langsung ke rumah anak-anak itu, Sabtu (22/3). Suwirta mengaku sangat prihatin dengan situasi yang terjadi. 

Setelah menyambangi para pelaku, ada beberapa kesamaan latar belakang dari tiga anak yakni putus sekolah, ekonomi kurang mampu, dan tidak adanya kontrol atau perhatian keluarga terhadap anak-anaknya. Orang tua terkesan kurang perhatian jika anak keluar hingga larut malam hingga dini hari.

“Memang pelaku tidak semuanya putus sekolah, tapi kalau saya lihat kondisinya, kalau dibiarkan mereka bisa putus sekolah. Mereka kurang pengawasan dari orang tua dan jarang di rumah,” ungkap Suwirta, Sabtu (22/3).

Saking cueknya, ada orang tua sampai tidak tahu anaknya bisa punya sepeda motor. Padahal sepeda motor itu bukan miliknya dan itu hasil curian. Suwirta minta orang tua termasuk jajaran desa dinas dan desa adat untuk memperhatikan anak-anak di wilayahnya. 

“Jangan sampai membiarkan anak-anak ini tanpa perhatian,” ujar Suwirta. Prajuru adat diminta mengaktifkan kembali yowana atau organisasi kepemudaan di wilayahnya. Saat beberapa kali reses, Suwirta mengaku mendapat banyak keluh kesah terkait banyaknya yowana atau pemuda di banjar jarang berkumpul dan berkegiatan.

Peran bendesa atau kelihan agar komunikasi dengan yowana lagi dan aktifkan kegiatan pemuda. Gembleng mereka dengan pendidikan karakter. “Dengan demikian mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan karakter di sekolahnya, namun juga di lingkungan mereka,” ujar Suwirta. 

Sebelumnya, Polres Klungkung menggelar pers rilis pengungkapan kasus pencurian sepeda motor oleh 5 anak di bawah umur di tujuh lokasi berbeda di wilayah hukum Polres Klungkung, Jumat (21/3).  

Sebanyak 8 unit sepeda motor sebagai barang bukti dipamerkan dalam pres rilis. Sebagian besar sudah dipreteli bahkan beberapa bagian sudah dibongkar. Para pelaku tidak dihadirkan karena masih di bawah umur. 7 wan
Read Entire Article