Eksekutif Ajukan Ranperda Penyelenggaraan Sistem Drainase

1 week ago 2
ARTICLE AD BOX
Hal tersebut disampaikan dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi, Senin (24/3) kemarin.

Ranperda Penyelenggaraan Sistem Drainase ini merupakan usulan eksekutif dalam menindaklanjuti bencana banjir yang semakin sering terjadi di beberapa wilayah Buleleng. Pemerintah Buleleng dalam naskah akademik dalam membangun sistem drainase kedepannya akan menggunakan konsep ramah lingkungan atau ekodrainase.

Konsep drainase ini akan mengolah air berlebihan salah satunya dari air hujan, yang kemudian ditampung di bak tandon yang dapat langsung digunakan. Selain juga menampung dalam tampungan buatan untuk dapat digunakan secara berkelanjutan.

Hal ini disetujui Fraksi Gerindra DPRD Buleleng. Juru bicara Gerindra Luh Marleni menyebut sepakat dengan konsep sistem drainase yang direncanakan eksekutif. Sebab kelimpahan air hujan saat musim hujan, akan sangat bermanfaat di musim kemarau yang biasanya mengalami krisis air di beberapa daerah. Hanya saja untuk mewujudkan eko drainase ini perlu anggaran yang tidak sedikit.

“Pembangunan sistem drainase ini memerlukan anggaran yang sangat besar, sehingga diharapkan ada perencanaan yang matang dan pemanfaatan yang optimal kedepannya,” ungkap Marleni.

Dalam kesempatan itu, Fraksi Gerindra juga mengungkapkan, selama ini menerima keluhan maupun mendapati langsung permasalahan drainase di Buleleng. Rata-rata banjir yang terjadi intens 5 tahun belakangan karena penyumbatan drainase baik oleh sampah dan sedimentasi. Hal ini membuat drainase tidak berfungsi optimal.

Hal senada juga disampaikan Fraksi Golkar, melalui juru bicaranya Made Suarsana. Menurutnya, sistem drainase di wilayah Buleleng sebagian besar menyatu dengan sistem jaringan irigasi. Ada pintu-pintu pembagian air irigasi yang jarang dipantau. Sehingga saat terjadi hujan deras selain debit air besar, juga sering kali tersumbat sampah hingga sedimentasi yang menyebabkan banjir.

“Harapan kami agar senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan sebelum musim hujan tiba dengan melakukan normalisasi saluran drainase. Seperti melaksanakan pengerukan sedimen dan pengambilan sumbatan sampah pada jaringan drainase,” ungkap Suarsana.7 k23
Read Entire Article