Dispar Bali Ingatkan Hotel Tak Tawarkan ‘Paket Nyepi’

1 week ago 2
ARTICLE AD BOX
DENPASAR, NusaBali
Dinas Pariwisata Provinsi Bali mengingatkan pelaku usaha khususnya hotel atau penginapan untuk tidak menjual ‘paket Nyepi’ pada libur panjang akhir pekan ini. Kepala Dinas Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun meminta hotel meniadakan diksi Nyepi pada paket menginap yang ditawarkan. 

“Boleh saja tapi bahasanya jangan dipakai untuk Nyepi dalam artian ini dikemas untuk menyambut long weekend, libur panjang, silakan untuk menginap di Bali,” ujar Tjok Pemayun di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar, Senin (24/3). 

Paket Nyepi di hotel umumnya tetap menawarkan sejumlah aktivitas wisata untuk menarik wisatawan menginap. Tjok Pemayun mengatakan akomodasi pariwisata harus menghormati umat Hindu di Bali yang melaksanakan tapa brata penyepian pada saat Nyepi atau Tahun Baru Saka 1947, yaitu 

amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati geni (tidak menyalakan api), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang) selama 24 jam. 

“Kita harus menghormati masyarakat Bali yang beragama Hindu untuk melakukan tapa brata penyepian, sehingga pelaksanaan Nyepi berjalan khusuk,” kata Tjok Pemayun. 

Tjok Pemayun yakin libur panjang Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri akan meningkatkan jumlah kunjungan ke Pulau Dewata. Dikatakannya, saat ini pariwisata Bali tengah memasuki low season, sehingga jumlah kunjungan wisatawan cenderung lebih rendah dibanding peak season pada tengah maupun akhir tahun. Rendahnya jumlah keterisian kamar hotel juga kemungkinan disebabkan tren wisatawan saat ini yang menginap di pondok wisata (vila), homestay, dan sejenisnya. 

“Februari sampai April periode low season, tapi kalau dibandingkan dengan tahun lalu memang ada penurunan sedikit,” ucapnya. 

Menurut Tjok Pemayun salah satu aspek yang menyebabkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan adalah situasi geopolitik yang kurang kondusif saat ini dengan masih pecahnya sejumlah perang antarnegara. Selain itu harga tiket pesawat juga masih tergolong tinggi.  

Meski demikian Tjok Pemayun yakin lonjakan wisatawan domestik akan terjadi dalam beberapa hari ini. Sepekan sebelum Hari Raya Idul Fitri kunjungan ke Bali biasanya mulai meningkat. 

“Masih terus dimonitor oleh stakeholder pariwisata pergerakannya. Harga tiket (domestik) kan sudah akan mulai reasonable. Dan, Tol Probolinggo menuju Paiton juga  sudah mulai dibuka. Itu salah satu bentuk optimisme saya, Bali akan kelimpahan wisatawan domestik,” tandas Tjok Pemayun. 7 
Read Entire Article