Cuaca Ekstrem, Picu Bencana di 34 Titik

1 week ago 2
ARTICLE AD BOX
SINGARAJA, NusaBali
Hujan deras dan angin kencang yang terjadi sepekan terakhir, berdampak bencana di sejumlah wilayah Buleleng. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mencatat, ada 34 titik bencana dampak cuaca ekstrem di wilayah Buleleng, dari tanggal 19-22 Maret 2025 ini.

Puluhan titik bencana tersebut terdiri dari pohon tumbang, dahan pohon patah, atap rumah roboh, angin kencang dan puting beliung yang merusak sejumlah fasilitas umum dan rumah warga. 

Kepala BPBD Buleleng Putu Ariadi Pribadi dihubungi Minggu (23/3) kemarin mengatakan, dampak cuaca ekstrem memang berdampak di seluruh Bali tak terkecuali Buleleng.

Cuaca ekstrem ini, menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Denpasar, diakibatkan karena adanya siklon 92S, di Samudera Hindia Selatan Bali. Siklon ini mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah Bali. BMKG memprediksi cuaca pada tanggal 22-25 Maret ini, berpotensi hujan ringan hingga lebat, disertai kilat atau petir dan angin kencang.

“Karena ini fenomena awal kita tidak bisa mengantisipasi. Namun kita tetap siagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan stakeholder lainnya seperti TNI/Polri termasuk relawan di kecamatan dan desa/kelurahan. Sejauh ini didominasi pohon tumbang dan seluruhnya sudah tertangani,” ucap Ariadi.

Potensi pohon tumbang selama cuaca ekstrem tidak dipungkiri Ariadi sangat tinggi. Terutama pohon-pohon perindang jalan di wilayah Buleleng. “Perapian dan penataan pohon perindang kami sudah berkoordinasi dengan PPPK Balai Jalan yang asetnya ada di jalan nasional, begitu juga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng untuk penanganan pohon perindang di seputaran kota, sebelum cuaca ekstrem pun sudah ditindaklanjuti sebenarnya,” imbuh pejabat asal Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng ini.

Sementara itu dampak cuaca ekstrem ini mengakibatkan kerugian material Rp 368,5 juta, atas kerusakan rumah masyarakat, kendaraan hingga fasilitas umum seperti pura.BPBD Buleleng tetap menghimbau masyarakat tetap waspada selama musim cuaca ekstrem. “Untuk sementara, karena masih cuaca ekstrem, jangan memarkir kendaraan di bawah pohon, menghindari bepergian saat hujan dan angin kencang dan tetap waspada dan siaga menghadapi bencana yang dapat datang kapan saja,” terang dia.7 k23
Read Entire Article