ARTICLE AD BOX
Seperti dilaksanakan saat H+2 Lebaran, Rabu (2/4). Para personel kepolisian yang dipimpin oleh Iptu I Gede Sudi Antara selaku Perwira Pengendali (Padal) Pengamanan Pos II Pelabuhan Gilimanuk melakukan pemeriksaan terhadap orang, barang bawaan, serta kendaraan yang masuk ke Bali.
Dalam pemeriksaan itu sempat mengerahkan anjing pelacak. Selain memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan, polisi juga mengecek isi tas ataupun bagasi kendaraan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan adanya barang berbahaya maupun barang ilegal lainnya.
Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto mengatakan pemeriksaan di Pos II Pelabuhan Gilimanuk akan terus ditingkatkan saat memasuki masa arus balik Lebaran ini. Hal itu dilakukan untuk mencegah masuknya barang terlarang ke wilayah Bali. "Kami berkomitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama di masa arus balik Lebaran ini. Pemeriksaan akan dilakukan secara ketat, namun tetap humanis," ujar AKBP Endang.
Selain pemeriksaan rutin, AKBP Endang menyatakan juga berkoordinasi dengan instansi terkait seperti TNI, Dinas Perhubungan, dan ASDP untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan penumpang. Petugas juga mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan dan melaporkan jika menemukan hal-hal mencurigakan.
Dengan pengamanan yang diperketat ini, AKBP Endang berharap arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tertib. Begitu juga diharapkan di tengah masa arus balik ini tidak ada gangguan yang dapat membahayakan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara itu saat libur Hari Raya Idul Fitri 1664 Hijriah, terjadi lonjakan orang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Selama dua hari per hari H Lebaran dan H+1 Lebaran, Senin (31/3) dan Selasa (1/4), tercatat sebanyak 59.567 orang yang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Sesuai data ASDP, sebanyak 58.567 orang itu diseberangkan ke Bali bersama 12.912 unit kendaraan. Khusus selama 24 jam pada hari H Lebaran per Senin (31/3) pagi hingga Selasa (1/4) pagi, ada sebanyak 24.772 orang dan 5.004 unit kendaraan yang masuk Bali. Total 5.004 unit kendaraan itu, terdiri dari 1.218 unit roda dua, 3.429 unit roda empat, 213 unit bus, dan 144 truk.
Kemudian memasuki H+1 Lebaran per Selasa (1/4) pagi hingga Rabu (2/4) pagi, tercatat sebanyak 34.795 orang dan 7.908 unit kendaraan yang diseberangkan ke Pelabuhan Gilimanuk. Kendaraan masuk Bali pada H+1 Lebaran itu terdiri dari 3.042 unit roda dua, 4.353 unit roda empat, 288 unit bus, dan 226 unit truk.
Humas ASDP Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Roodhin Firmana saat dikonfirmasi Rabu kemarin, membenarkan adanya lonjakan arus menuju Bali saat memasuki masa libur Lebaran ini. Dari pengamatannya, arus masuk Bali itu pun didominasi mobil-mobil pribadi plat luar Bali dan disinyalir merupakan wisatawan domestik (widom) yang berlibur ke Bali.
"Ya ada peningkatan yang ke Bali, terutama mobil-mobil pribadi. Kemungkinannya ya memang orang liburan karena kan sekarang masih ada cuti bersama Lebaran," ucap Roodhin. Sementara pada H+1 Lebaran termasuk H+2 Lebaran kemarin, Roodhin menyatakan juga mulai tejadi lonjakan kendaraan menuju Bali. Peningkatan itu pun disinyalir bagian dari arus balik Lebaran. "Kemungkinan ada yang memang balik lebih awal. Tapi jumlahnya tidak begitu banyak. Situasi sampai saat ini masih lancar," ujarnya.
Terkait puncak arus balik Lebaran tahun ini diperkirakan terjadi pada akhir pekan antara Sabtu (5/4) dan Minggu (6/4). Puncak arus balik Lebaran juga diprediksi bisa terjadi pada hari terakhir cuti bersama pada Senin (7/4). "Untuk kesiapan arus balik Lebaran, sama seperti arus mudik. Akan dilakukan pola-pola tertentu sesuai kondisi di lapangan melalui koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder terkait," kata Roodhin. 7 ode