ARTICLE AD BOX
Menurut Ketua STYDL I Kadek Yoga Febria Ramarta, prestasi ini sangat berkesan karena merupakan pertama kalinya mereka kembali mengikuti lomba secara serius setelah sempat vakum akibat pandemi Covid-19.
"Tahun 2025 ini benar-benar langkah awal bagi kami. Walaupun belum masuk nominasi di tingkat Kota Denpasar, kami bangga bisa meraih posisi ketiga di tingkat desa. Ini menjadi pengalaman berharga, terlebih kami juga berhasil meraih Juara 1 lomba Baleganjur," ujar Yoga.
Dalam garapan ogoh-ogoh tahun ini, STYDL mengangkat tema Anyolahi Lati, yang terinspirasi dari pepatah Bali "Sekadi layah tan metulang" (Lidah tidak bertulang, namun lebih tajam dari pedang).
Ogoh-ogoh ini menggambarkan fenomena sosial di mana perkataan dapat membawa kebahagiaan, tetapi juga bisa menjadi sumber bencana. Visualisasi ogoh-ogoh ini menampilkan tokoh balian (dukun) yang mengeluarkan lidah panjang sebagai simbol omong kosong, serta tokoh lain yang duduk sebagai korban ucapan yang menyakitkan.
Selain itu, terdapat cermin sebagai refleksi diri sebelum menilai orang lain, serta enam kepala melambangkan enam sifat buruk manusia (Sad Ripu). Pose ogoh-ogoh yang terbalik menggambarkan era Kali Yuga, di mana banyak fakta diputarbalikkan.
"Ide awalnya muncul dari pengalaman pribadi saya yang pernah salah bicara, hingga menciptakan ketidaknyamanan di antara rekan-rekan ST. Dari situ, saya ingin menyampaikan pesan bahwa setiap perkataan harus dipikirkan baik-baik agar tidak menyakiti orang lain," jelas Yoga.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Ogoh-ogoh ini dibuat dengan konstruksi 11 kepala dengan ekspresi berbeda-beda, serta menggunakan bubur koran sebagai bahan dasar payasan untuk menghemat biaya. Secara keseluruhan, biaya pembuatan ogoh-ogoh ini menghabiskan sekitar Rp40-45 juta.
Yoga juga menyoroti bahwa Kasanga Festival 2025 merupakan ajang bergengsi yang membawa dampak positif bagi perkembangan seni ogoh-ogoh. Namun, ia berharap agar lomba ini tidak dijadikan ajang taruhan atau adu gengsi, melainkan tetap berfokus pada persaudaraan dan apresiasi seni.
"Kami berharap ajang ini semakin mempererat solidaritas antar-ST dan tidak sekadar mencari siapa yang lebih hebat. Selain itu, keamanan harus terus ditingkatkan agar perayaan Nyepi selalu berjalan lancar dan kondusif," tutupnya. *m03